Guru SD Yang Viral Karena Tiru Selebrasi Dybala

Pepatah mengatakan ‘Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa’, ada juga peribahasa yang mengatakan bahwa ‘Guru kencing berdiri, Murid kencing berlali’. Ya, banyak sekali ungkapan-ungkapan mengenani guru. Namun apa jadinya jika guru kamu merupakan seorang penggemar sepakbola. Atau mungkin lebih dari itu, seorang Juventini garis keras seperti yang satu ini.

Bukan hal yang aneh jika Juventus memiliki penggemar dari golongan generasi 90-an. Karena memang pada saat itu klub-klub Serie A sedang berada dalam form terbaik mereka. Tidak sedikit legenda sepakbola dunia lahir dari Liga Italia. Ini adalah kisah tentang seorang guru asal Brebes yang sudah mengidolakan Il Bianconeri sejak tahun 1990. Yang mendadak terkenal karena postingannya di media sosial.

Adalah Husnul Khotimah, seorang guru sekolah dasar asal Brebes mendadak viral usai berfoto dengan pose Dybala dan mempostingnya ke media sosial Instagram. Bukan hanya sekedar foto, Husnul berpose dengan gaya ‘Dybala Mask’ di depan kelas tempatnya mengajar. Dan bukan hanya itu, Husnul juga mengajak sang murid ikut berpose menirukan gaya yang dilakukannya tersebut.

Dybala Repost Kiriman Husnul di Instagram

Dybala merespon postingan Husnul Khotimah

Dybala merespon postingan Husnul Khotimah

Nama Husnul Khotimah mendadak mendunia pada pekan lalu. Guru asal Brebes itu menjadi pembicaraan di dunia maya setelah unggahannya di media sosial dikomentari striker Juventus, Paulo Dybala. Husnul berpose dengan gaya selebrasi khas Dybala, yakni menutupi bagian bawah wajah dengan tangan. Gaya tersebut dikenal dengan nama ‘Dybalamask’ atau Topeng Dybala.

Hal menarik dari unggahan itu adalah Husnul melakukan ‘Dybalamask’ di dalam kelas bersama anak-anak didiknya. Ia melakukannya guna merayakan kemenangan 2-0 Juventus atas Lazio, sehari sebelumnya. Aksi Husnul itu langsung mendapat respons positif. Dybala memajang aksi Husnul di Instagram miliknya. Alhasil, foto Husnul viral di media sosial. Sang empunya foto pun terkejut.

“Saat itu, sekolah sudah memasuki jam istirahat. Saya bermaksud mengambil ponsel untuk melakukan selfie,” kata Husnul bercerita kepada Kompas.com pada Jumat (27/1/2017). Ternyata, anak-anak saat itu masih ada di dalam kelas. Mereka pun bertanya, ‘Ibu lagi ngapain?’. Saya katakan bahwa hendak mengikuti selebrasi Dybala. Mereka pun mau ikutan,” tutur guru honorer di SDN Kretek 04 itu.

 

Idolakan Juventus Sejak 1990

Husnul Khotimah yang melakukan pose Dybalamask bersama para muridnya

Husnul Khotimah yang melakukan pose Dybalamask bersama para muridnya

Wanita menyukai sepakbola memang bukan merupakan hal yang aneh di jaman sekarang ini. Namun jika hal tersebut terjadi pada tahun 90-an, mungkin agak sedikit unik jadinya. Seperti yang terjadi pada Husnul yang mengaku telah mengidolakan La Vecchia Signora sejak tahun 1990. Husnul mengaku sangat mengidolakan sosok Alessandro Del Piero saat itu.

 

“Saya menyukai Juventus pertama kali pada 1990-an. Pemain idola saya saat itu adalah Del Piero. Namun, jangan salah. Saya suka pemain bukan karena tampang, tapi karena permainan mereka. Saya suka Del Piero dan Buffon karena tetap loyal dengan Juventus. Saya salut mereka tetap bertahan meski Juventus sempat terlempar ke Serie B,” ujar bercerita kepada wartawan setempat.

Husnul pun akhirnya menjelaskan kepada media kenapa dirinya bisa sampai mengidolakan Paulo Dybala. Selain karena kemampuannya mengolah si kulit bundar di dalam lapangan, pribadi Dybala yang sayang keluarga dan juga sangat menghargai pasangannya tersebut lah alasan Husnul mengidolakan sosok pemain Argentina berusia 23 tahun tersebut.

Husnul juga bercerita bahwa sebelum mengenal Juventus, dirinya telah jauh lebih dulu kenal sepakbola. Bahkan olahraga yang identik dengan pria ini sempat menjadi hobinya sewaktu Husnul masih bersekolah di sekolah dasar dulu.

“Iya, saya itu tomboy. Sewaktu SD saja hobinya bermain sepak bola bersama teman-teman laki-laki. Teman saya sampai saat ini lebih banyak laki-laki daripada perempuan,” Husnul menjelaskan.